WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
Image result for helm proyekKeselamatan kerja laboratorium merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan. Ibarat seseorang yang tengah berjalan di jalan raya, bekerja di laboratorium juga memerlukan rambu-rambu sehingga selama dalam perjalanan dapat sampai tujuan dengan selamat. Kecelakaan dapat terjadi bukan hanya karena tidak memperhatikan etika berkendara dan rambu-rambu lalu lintas, tetapi juga dapat terjadi ketika ada orang lain yang lalai. Sama halnya dengan kecelakaan kerja di laboratorium, tentu bukanlah kejadian yang disengaja, tetapi bisa terjadi apabila ada kelalaian dari diri sendiri dan orang lain.Artinya, semua pihak sangat berperan dalam menerapkan budaya keselamatan kerja.
Bekerja di laboratorium dengan nyaman akan mempengaruhi kelancaran aktivitas kerja dan kecelakaan kerja dapat dihindari. Kecelakaan kerja di laboratorium bisa menimbulkan kerugian materi serta adanya korban manusia. Kecelakaan kerja dapat menyebabkan korban mengalami luka, cacat fisik, gangguan kesehatan, trauma, bahkan dapat mengancam nyawa seseorang. Semua kemungkinan ini dapat dicegah dengan memperhatikan pedoman keselamatan kerja.

Kecelakaan kerja yang terjadi di laboratorium bisa saja terjadi setiap saat. Banyak alasan terjadinya kecelakaan kerja, diantaranya adalah :

1. Faktor manusia
Kelalaian manusia yang kurang memperhatikan aspek keselamatan kerja sehingga dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Kelalaian manusia juga dapat terjadi karena belum memahami panduan keselamatan kerja dengan benar. Perilaku baik akan terbawa setiap saat jika telah menjadi kebiasaan dalam kehidupan seseorang. Begitu pula budaya keselamatan kerja akan terbangun apabila selalu ada pembiasaan dalam setiap aktivitas di laboratorium.
Kelalaian kecil yang dibiarkan akan membuat seseorang merasakan bahwa tidak lagi tampak ada kelalaian yang telah ditinggalkan. Jika kebiasaan kecil saja mudah diabaikan maka untuk melakukan kebiasaan besar pasti dengan mudah dilupakan. Kebiasaan bekerja sesuai dengan prosedur yang benar akan terbawa jika kebiasaan kecil dalam memperhatikan aspek keselamatan kerja selalu dibiasaan dari hal-hal yang paling sederhana. Mengenakan sepatu tertutup saat bekerja di laboratorium merupakan kebiasaan kecil. Jika sekali dua kali bekerja dengan sepatu terbuka tetap aman, biasanya akan merasa sama saja mengenakan sepatu terbuka atau tertutup sehingga tidak ada kekhawatiran lagi jika tumpahan atau percikan bahan kimia setiap saat bisa terjadi.

2. Bahan kimia
Penanganan bahan kimia yang tidak sesuai menjadi salah satu faktor terjadinya kecelakaan kerja. Penyimpanan bahan kimia harus mempertimbangkan kualifikasi dan sifat bahan.Bahan kimia tidak harus disimpan sesuai dengan urutan abjad. Penyimpanan bahan cair dan padat harus terpisah dan harus disesuaikan dengan sifatnya. Bahan cair yang telah diencerkan dan bahan padat yang telah dibuat dalam larutan harus disimpan dalam wadah yang sesuai dan diberi label. Label bahan kimia minimal menyertakan nama, konsentrasi, dan tanggal pembuatan. Bahan kimia yang tidak mempunyai label harus disingkirkan dan tidak diperbolehkan untuk digunakan, jika perlu ditelusur identitasnya.
Mereaksikan bahan kimia harus sesuai dengan prosedur kerja dengan memperhatikan sifat bahan kimia yang digunakan. Sebelum mereaksikan atau mencampurkan bahan kimia, paling tidak jumlah yang digunakan telah diketahui dengan pasti dan tersedia petunjuk teknik mereaksikan atau pencampurannya. Mengenal sifat bahan kimia menjadi suatu keharusan sebelum berinteraksi dengan bahan kimia.
Pemindahan atau pengambilan bahan kimia dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar.Penanganan tumpahan atau percikan bahan kimia perlu diketahui sebelum bekerja di laboratorium. Tumpahan atau percikan bahan yang mengenai meja atau lantai perlu ditangani secara tepat. Apabila mengenai kulit atau mata harus mengetahui tindakan atau pertolongan pertama yang dapat dilakukan.
3. Alat dan instrumentasi
Penggunaan alat-alat gelas laboratorium yang tidak sesuai dengan fungsi dan cara pemakaian yang benar dapat menimbulkan resiko kecelakaan kerja. Menuangkan larutan asam ke dalam buret tanpa bantuan corong gelas atau dengan menaiki meja kerja dapat menyebabkan resiko percikan bahan kimia di wajah atau tangan. Alat gelas yang telah berkurang fungsi dan kegunaannya, seperti ada bagian yang telah hilang, retak atau pecah sebaiknya tidak lagi digunakan. Instrumentasi yang tidak layak pakai juga tidak digunakan, seperti necara yang telah rusak sehingga menimbulkan kesalahan penimbangan, dapat berakibat kesalahan dalam pembuatan bahan atau campuran reaksi. Sentrifuge yang rusak sebaiknya tidak digunakan.

4. Sarana dan prasarana penunjang
Saluran air bersih di laboratorium harus tersedia dengan baik untuk keperluan kebersihan, penanganan kecelakaan, sebagai pendingin proses distilasi, ekstraksi, atau refluks serta berbagai keperluan lainnya. Saluran listrik yang digunakan selalu diperiksa secara rutin dan harus dilengkapi pengontrol otomatis apabila terjadi hubungan arus pendek.
Idealnya setiap laboratorium mempunyai program pelatihan teknik laboratorium ataukesehatan dan keselamatan kerja kimia. Paling tidak sebelum bekerja di laboratorium, telah dibekali dengan beberapa hal penting yang harus dipahami, diantaranya adalah :
1. Memahami tata tertib atau aturan mendasar bekerja di laboratorium termasuk kekhususan untuk setiap laboratorium.
2. Memahami prosedur kerja yang akan dilakukan selama bekerja di laboratorium
3. Mempersiapkan perlengkapan keselamatan kerja sesuai dengan kebutuhan
4. Memahami hal-hal yang berkaitan dengan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja di laboratorium
5. Mempersiapkan kertas kerja yang diperlukan

Apa Itu Ekosistem? Pengertian Ekosistem, Ekosistem
Ekosistem Kolam:
1. Fitoplankton
2. Teratai (Nymphaea alba)
3. Ikan mas (Cyprinus carpio)
4. Katak (Duttaphrynus melanostictus)
5. Capung (Neurothemis sp.)
6. Eceng gondok (Eichhornia crassipes)
7. Siput air
8. Lumut
9. Anggang-anggang (Gerridae)
Ekosistem Sawah
1. Padi (Oryza sativa)
2. Burung Pipit (Taeniopygia guttata)
3. Belalang (Dissosteira Carolina)
4. Belut sawah  (Monopterus albus)
5. Ular sawah (Python reticulates)
6. Kodok (Duttaphrynus melanostictus)
7. Cacing (Lumbricus terrestris)
8. Keong sawah (Pila ampullaceal) 
Ekosistem Kebun
1. Laba-laba (Nephila maculate)
2. Belalang  (Dissosteira carolina)
3. Ilalang/alang-alang (Imperata cylindrical)
4. Pohon pisang (Musa paradisiacal)
5. Tanaman cabai (Capsicum frutescens)


Uranium
Image result for uraniumUranium adalah mineral yang memancarkan radiasi nuklir atau bersifat radioaktif, digunakan dalam berbagai bidang salah satunya adalah sebagai bahan bakar nuklir. Uranium merupakan suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang U dan nomor atom 92. Sebuah logam berat, beracun, berwarna putih keperakan dan radioaktif alami, uranium termasuk ke seri aktinida (actinide series). Uranium biasanya terdapat dalam jumlah kecil di bebatuan, tanah, air, tumbuhan,
dan hewan (termasuk manusia).
Uranium memiliki 3 Isotop :
- U234 kadar sangat kecil
- U235 kadar 0,715 = 0,7 %

Uranium meluruh secara lambat dengan memancarkan partikel alfa. Umur paruh
uranium-238 adalah sekitar 4,47 milyar tahun, sedangkan untuk uranium-235 adalah 704 juta tahun.[4] Oleh sebab itu, uranium dapat digunakan untuk penentuan umur Bumi.

Manfaat Uranium
· Sebagai proyektil (penembus berbasis energi kinetik )
Senjata inisebagian besar menggunakan prinsip yang dikenal dengan Efek Munroe. Prinsip dari penerapan senjata berbasis DU ini dapat dijelaskan dengan tabung yang didalamnya ada rongga yang berbentuk Kerucut, dengan dasar kerucut tepat beririsan dengan dasar tabung. Dinding kerucut ini terbuat darilapisan DU, sementara ruang antara kerucut dan tabung diisi dengan bahan peledak konvensional (anggaplah TNT). Di dasar kerucut terdapat sebentuk ‘pipa’ kecil (lebih kecil dari tabung) yang sumbunya tepat berada pada sumbu tabung dan kerucut, mengarah keluar. Pipa ini tertutup, diujungnya terdapat detonator dan dinding kerucut mencair dalam derajat yang berbeda. Di ujung kerucut DU mencair sempurna dan oleh tekanan ledakan ia akan bergerak mengalir keluar (menyusuri pipa) dengan kecepatan 10 km/detik (ini diistilahkan dengan jet). Sementara DU yang menyusun bagian tengah dinding kerucut hanya mengalami pencairan sebagian sehingga membentuk gumpalan-gumpalan kecil logam (pasir logam) yang larut dalam cairan DU (dinamakan slug), dan melesat dengan kecepatan 1000 m/detik melalui pipa. Jet dan slug inilah yang dengan mudah mampu menembus dinding lapis baja (setebal apapun) akibat kecepatan dan sifat cairnya. Penembusan ini menyebabkan bagian dalam kendaraan lapis baja itu terpanaskan dengan hebat, dan membuat tanki bahan bakar solar-nya meledak sehingga kendaraan lapis baja ini akan terbakar dan personel yang ada didalamnya terpanggang. Jet dan slug inilah yang merupakan bagian dari efek Munroe, dan belum ada material baja yang mampu menangkalnya (meski material baja tersebut sanggup menahan gelombang tekanan produk ledakan senjata nuklir sekalipun).

· Pembuatan Bom Atom
Uranium yang digunakan untuk membuat bom atom pertama kali digunakan pada Perang Dunia II. Bom ini disebut “Little Boy” dan di jatuhkan di Hiroshima, Jepang Namun, bom nuklir saat ini menggunakan bahan lain seperti Plutonium.


· Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Energi yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir terkendali di dalam reactor nuklir dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Instalasi pembangkitan energi listrik semacam ini dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Salah satu bentuk reaktor nuklir adalah reaktor air bertekanan (pressurized water reactor/PWR) yang skemanya ditunjukkan dalam gambar. Energi yang dihasilkan di dalam reaktor nuklir
berupa kalor atau panas yang dihasilkan oleh batang-batang bahan bakar. Kalor atau panas dialirkan keluar dari teras reaktor bersama air menuju alat penukar panas (heat exchanger). Di sini uap panas  dipisahkan dari air dan dialirkan menuju turbin untuk menggerakkan turbin menghasilkan listrik, sedangkan air didinginkan dan dipompa kembali menuju reaktor. Uap air dingin yang mengalir keluar setelah melewati turbin dipompa kembali ke dalam reaktor Untuk menjaga agar air di dalam reaktor (yang berada pada suhu 300oC) tidak mendidih (air mendidih pada suhu 100oC dan tekanan 1 atm), air dijaga dalam tekanan tinggi sebesar 160.

· Pada Bidang pertanian.
1) Pemberantasan hama dengan teknik jantan mandul Radiasi dapat mengakibatkan efek biologis, misalnya hama kubis.Di laboratorium dibiakkan hama kubis dalam bentuk jumlah yang cukup banyak. Hama tersebut lalu diradiasi sehingga serangga jantan menjadi mandul. Setelah itu hama dilepas di daerah yang terserang hama. Diharapkan akan terjadi perkawinan antara hama setempat dengan jantan mandul dilepas. Telur hasil perkawinan seperti itu tidak akan menetas. Dengan demikian reproduksi hama tersebut terganggu dan akan mengurangi populasi.
2) Pemuliaan tanaman
Pemuliaan tanaman atau pembentukan bibit unggul dapat dilakukan dengan menggunakan radiasi. Misalnya pemuliaan padi, bibit padi diberi radiasi dengan dosis yang bervariasi, dari dosis terkecil yang tidak membawa pengaruh hingga dosis rendah yang mematikan. Biji yang sudah diradiasi itu kemudian disemaikan dan ditaman berkelompok menurut ukuran dosis radiasinya.
3) Penyimpanan makanan
Kita mengetahui bahwa bahan makanan seperti kentang dan bawang jika disimpan lama akan bertunas. Radiasi dapat menghambat pertumbuhan bahan-bahan seperti itu. Jadi sebelum bahan tersebut di simpan diberi radiasi dengan dosis tertentu sehingga tidak akan bertunas, dengan dernikian dapat disimpan lebih lama.

· Pada Bidang Industri
1) Pemeriksaan tanpa merusak.
Radiasi sinar gamma dapat digunakan untuk memeriksa cacat padalogam atau sambungan las, yaitu dengan meronsen bahan tersebut. Tehnik ini berdasarkan sifat bahwa semakin tebal bahan yang dilalui radiasi, maka intensitas radiasi yang diteruskan makin berkurang, jadi dari gambar yang dibuat dapat terlihat apakah logam merata atau ada bagian-bagian yang berongga didalamnya. Pada bagian yang berongga itu film akan lebih hitam,
2) Mengontrol ketebalan bahan
Ketebalan produk yang berupa lembaran, seperti kertas film atau lempeng logam dapat dikontrol dengan radiasi. Prinsipnya sama seperti diatas, bahwa intensitas radiasi yang diteruskan bergantung pada ketebalan bahan yang dilalui. Detektor radiasi dihubungkan dengan alat penekan. Jika lembaran menjadi lebih tebal, maka intensitas radiasi yang diterima detektor akan berkurang dan mekanisme alat akan mengatur penekanan lebih kuat sehingga ketebalan dapat dipertahankan.
3) Pengawetan bahan
Radiasi juga telah banyak digunakan untuk mengawetkan bahan seperti kayu, barang-barang seni dan lain-lain. Radiasi juga dapat menningkatkan mutu tekstil karena inengubah struktur serat sehingga lebih kuat atau lebih baik mutu penyerapan warnanya. Berbagai jenis makanan juga dapat diawetkan dengan dosis yang aman sehingga dapat disimpan lebih lama.

Bahaya Nuklir
Setiap orang selalu mengalami paparan alamiah terhadap uranium yang berasal dari:
- Makanan
- Udara
- Air
- Tanah
Makanan yang mengandung uranium adalah :
- Sayuran berumbi
- Seafood
- Air
Orang akan terpapar dengan uranium dosis lebih tinggi pada daerah:
- Dekat tempat sampah bahan berbahaya
- Dekat pertambangan
- Di industri Phosphate
- Tumbuhan yang tercemar pestisida
- Uranium glaze

Natural uranium tidak menimbulkan masalah kesehatan, tapi yang menjadi masalah kesehatan adalah bila terpapar uranium radionuclide yang bisa menyebabkan kanker.

Persebaran Uranium di Indonesia
Pemetaan bersistem sumberdaya mineral radioaktif oleh Sastratenaya dan
Tjokrokardono (dipublikasi IAGI, 1985) bisa menjadi acuan awal kita untuk
mengetahui persebaran uranium di Indonesia (khususnya di wilayah Indonesia
Barat). Selama ini, kita hanya mengenal Kalimantan sebagai sumber uranium
terbesar di Indonesia. Potensi kandungan uranium di bumi Borneo, termasuk
Kaltim, lebih tinggi dibanding kandungan uranium lain yang ditemukan di dunia.
Kandungan uranium di Kalimantan mencapai 24 ribu ton yang setara dengan
kebutuhan listrik 9.000 megawatt selama 125 tahun. Lokasinya di Desa Kalan,
Kecamatan Ella Hilir, Melawai, Kalimantan Barat.
Selama ini indikasi mineralisasi uranium di Kalimantan telah ditemukan pada
batuan metamorfik dan granit di Pegunungan Schwaner yang membentang antara
Kalimantan Barat dengan Kalimantan Tengah, berupa anomali radioaktivitas dan
anomali geokimia uranium. Geologi regional Pegunungan Schwaner yang
merupakan “watershed“ Kalimantan Barat-Kalimantan Tengah terdiri dari batuan
metamorfik Pinoh yang diintrusi oleh batuan tonalit dan granit alkali. Badan
Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sendiri telah melakukan sejumlah pemboran
dengan kedalaman hampir 400 meter di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah
untuk mengetahui eksistensi pemineralan U di bawah permukaan dan bertujuan
untuk mendapatkan pengetahuan tentang potensi sumberdaya uranium. Dan sejauh ini, ada tiga lokasi uranium, yakni di Mamuju Sulawesi Barat, Bangka
Belitung, dan Papua.

Penggunaan Uranium di Indonesia
Sumber daya alam di Republik Indonesia (RI) sungguh melimpah. Salah satunya adalah uranium. Ada sekitar 60 ribu ton kandungan uranium di tanah air. Lantas mengapa tak digunakan sebagai bahan bakar pengembangan tenaga nuklir? "Karena UU tak membolehkan uranium dieksploitasi secara komersial," Namun demikian, Kepala BATAN mengaku dirinya sebagai seorang yang mendukung pemanfaatan uranium untuk kepentingan masyarakat, termasuk untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Tapi hal itu dikembalikan lagi ke Pemerintah Pusat sebagai penentu kebijakan. "Jadi untuk saat ini kita simpan dulu (uranium). Mungkin suatu saat nanti dibutuhkan," ucap dia. Kepala Batan itu menambahkan, hal lain yang menjadi pertimbangan uranium belum dieksploitasi adalah lokasi Indonesia yang berada pada rangkaian Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, di mana banyak pegunungan api yang guncangannya bisa berdampak bahaya pada lokasi reaktor nuklir. "Dan sejauh ini, ada tiga lokasi uranium, yakni di Mamuju Sulawesi Barat, Bangka Belitung, dan Papua," imbuh Djarot. Sementara itu, Kepala Divisi Ekplorasi Batan, Ngadenin Hadisuwito mengungkapkan, selain terbentur Undang-Undang, kendala lain dalam pengeksplorasian uranium adalah terbatasnya anggaran riset. Atau dengan kata lain, butuh dana besar untuk mewujudkannya. Dia mencontohkan, dibutuhkan dana sekitar Rp 2 juta untuk satu meter lubang pengeboran di lokasi potensial uranium. Sedangkan kedalaman pengeboran di Kalimantan mencapai 400-600 meter. Sedangkan anggaran yang diterima untuk penelitian hanya Rp5 miliar. "Belum lagi peralatan dengan teknologi yang mumpuni dan SDM yang harus memiliki kompetensi baik. Tidak asal-asalan, karena menyangkut keselamatan," ujar Ngadenin dalam Seminar "Potensi Aplikasi Iptek Nuklir di Kalimantan Barat", di Hotel Mercure, Pontianak, Kamis 14 Agustus malam.
Uranium merupakan sumber energi Denton dengan kelimpahan yang sangat besar, yaitu
13.000 TW tahun. (TW singkatan dari terrawatt, dan 1 TW = 1.000.000.000.000 W).
Sebagai perbandingan, kelimpahan energi dari batubara adalah 680 TW tahun.
Sedangkan kelimpahan energi dari minyak dan gas adalah 400 TW tahun. Adapun
konsumsi energi dunia pada tahun 2000 adalah 14 TW tahun, dan pada Tatum 2100
diproyeksikan sekitar 55 TW tahun. Uranium di kerak bumi terdeposit bersama-sama dengan mineral lainnya. Agar dapat menghasilkan energi yang efisien, uranium harus diolah melalui serangkaian tahapan proses yang panjang dan komplek dibanding pemrosesan bahan bakar fosil seperti batubara, minyak, dan gas.




Pada tahun 1925 Werner Heisenberg mengajukan rumus baru di bidang fisika, suatu rumus yang sangat radikal, jauh berbeda dengan konsep dari rumus klasik Newton. Teori rumus baru ini --sesudah mengalami beberapa perbaikan oleh orang-orang sesudah Heisenberg-- berhasil dan cemerlang. Hingga kini  Rumus itu diterima dan digunakan dalam semua sistem fisika.

Image result for Werner Heisenberg
Salah satu konsekuensi dari teori Heisenberg adalah apa yang terkenal --dengan rumus "prinsip ketidakpastian" yang dirumuskannya sendiri di tahun 1927. Prinsip itu umumnya dianggap salah satu prinsip yang paling mendalam di bidang ilmiah dan paling punya daya jangkau jauh. Dalam praktek, apa yang diterapkan lewat penggunaan "prinsip ketidakpastian" ini adalah mengkhususkan batas-batas teoritis tertentu terhadap kesanggupan kita membuat ukuran-ukuran ilmiah. Akibat serta pengaruh dari sistem ini sangat dahsyat. Apabila hukum dasar fisika menghambat seorang ilmuwan --bahkan dalam keadaan yang ideal sekalipun-- mendapatkan pengetahuan yang cermat dari suatu penyelidikan, ini disebabkan karena sifat-sifat masa depan dari sistem itu tidak sepenuhnya bisa diramalkan. Menurut "prinsip ketidakpastian," tak akan ada perbaikan pada peralatan ukur kita yang akan mengijinkan kita mengungguli kesulitan, ini.

Prinsip Ketidakpastian Heisenberg menyatakan bahwa adalah (hampir) tidak mungkin untuk mengukur dua besaran secara bersamaan, misalnya posisi dan momentum suatu partikel.  

"Prinsip ketidakpastian" ini menjamin bahwa fisika, dalam keadaannya yang lumrah, tak sanggup membuat lebih dari sekedar dugaan-dugaan statistik. misalnya seorang ilmuwan yang menyelidiki radioaktivitas, mungkin mampu menduga bahwa satu dari setriliun atom radium, dua juta akan mengeluarkan sinar gamma dalam waktu sehari sesudahnya.

Tetapi, Heisenberg sendiri tidak bisa menaksir apakah ada atom radium yang khusus yang akan berbuat begitu. Dalam banyak hal yang praktis, ini bukannya satu pembatasan yang ketat. Bilamana menyangkut jumlah besar, metoda statistik sering mampu menyuguhkan basis pijakan yang dapat dipercaya untuk suatu loangkah. Tetapi, jika menyangkut jumlah dari ukuran kecil, soalnya jadi lain. Di sini "prinsip ketidakpastian" memaksa kita menghindar dari gagasan sebab-akibat fisika yang ketat. Ini mengedepankan suatu perubahan yang amat mendasar dalam pokok filosofi ilmiah. Begitu mendasarnya sampai-sampai ilmuwan besar Einstein tak pernah mau menerima prinsip ini. "Saya tidak percaya," suatu waktu Einstein berkata, "bahwa Tuhan main-main dengan kehancuran alam semesta."

Tetapi, ini pada hakekatnya sebuah pertanda bahwa ahli-ahli fisika yang paling modern merasa perlu menerimanya. Jelaslah sudah, dari sudut teori kuantum, dan pada tingkat lebih lanjut bahkan lebih besar dari "teori relativitas," telah merombak konsep dasar kita tentang dunia fisik. Tetapi, konsekuensi teori ini tidaklah semata bersifat filosofis.

Penggunaan kuantum dapat dilihat pada peralatan modern seperti mikroskop elektron, laser dan transistor. Teori kuantum juga secara luas digunakan dalam bidang fisika nuklir dan tenaga atom. Ini membentuk dasar pengetahuan kita tentang bidang "spectroscopy" (alat pembuat dan meneliti spektrum cahaya), dan ini digunakan secara luas di sektor astronomi dan kimia. Dan juga dimanfaatkan dalam penyelidikan teoritis dalam masalah yang topiknya beraneka ragam seperti kualitas khusus cairan belium, dasar susunan intern binatang-binatang, daya penambahan kekuatan magnit, dan radio aktivitas.
Drama Masks Stock Illustrations – 1,898 Drama Masks Stock ...



Tokoh Drama:
1.    Prabu Suwartalaya
2.    Ratu Purbamanah

3.    Gilang Rukmini
4.    Penasehat
5.   Tukang Perhiasan
6.   Rakyat



Narator:
Dikisahkan pada zaman dahulu kala, di Jawa Barat terdapat sebuah kerajaan yang bernama kerajaan Kutatanggeuhan yang  dipimpin oleh raja yang arif dan bijaksana yaitu Prabu Suwartalaya dan Ratu Purbamanah. Rakyatnya hidup tenang, makmur, tenteram, damai dan sejahtera. Namun Sayangnya, Prabu Suwartalaya dan Ratu Purbamanah belum dikaruniai seorang anak. Sehingga, ini menjadi kegelisahan sang Prabu Suwartalaya dan Ratu Purbamanah.

Adegan 1

Ratu Purbamanah:
(sedang murung dan menangis)

Prabu Suwartalaya:
Sudahlah dinda. Jangan murung dan menangis terus. Kalau dinda bersedih terus seperti ini, kanda jadi ikut bersedih.

Ratu Purbamanah:
Gimana dinda ga akan bersedih kanda, sudah bertahun-tahun kita berumah tangga tapi belum dikaruniai seorang anak.

Penasehat:
Baginda, supaya Ratu Purbamanah tidak sedih terus bagaimana kalau mengangkat seorang anak saja baginda. Barangkali bisa mengurangi kesedihan Ratu.

Ratu Purbamanah:
Tidak! Aku tidak mau punya anak angkat!

Prabu Suwartalaya:
Iya, penasehat.
Akupun juga tidak setuju jika mengangkat seorang anak. Buat kami, anak kandung adalah lebih baik dari pada anak angkat.

Narator:
Ratu Purbamanah masih terus menangis

Prabu Suwartalaya:
Sudahlah dinda jangan menangis terus. Kanda akan berusaha lagi. Kanda akan pergi ke hutan untuk bertapa agar kita cepat dikaruniai seorang anak.

Ratu Purbamanah:
Baiklah kalau begitu. Jika memang kanda harus pergi ke hutan untuk bertapa, Baiklah kanda. dinda juga turut berdo’a. hati-hati kanda.

Narator:
Pergilah Prabu pergi ke hutan untuk bertapa. Di hutan, sang prabu terus menerus berdo’a agar dikaruniai anak.

Beberapa bulan kemudian, keinginan mereka terkabul. Ratu Purbamanahpun mulai hamil. Seluruh rakyat senang sekali. Mereka membanjiri istana dengan hadiah.

Sembilan bulan kemudian, Ratu Purbamanah melahirkan seorang putri.

Adegan 2:

Ratu Purbamanah:
(menggendong seorang bayi)

Prabu Suwartalaya:
Putri kita cantik ya, Dinda. Dan kelihatannya sangat lucu.

Ratu Purbamanah:
Iya Kanda. Kita harus bersyukur akhirnya kita dikaruniai seorang anak.

Prabu Suwartalaya:
Iya dinda. Putri kita ini juga manis, dan sangat menggemaskan!
Oleh karena itu, bagaimana kalau kita beri nama Gilang Rukmini?
Gimana dinda setuju tidak?

Ratu Purbamanah:
Dinda setuju setuju saja kanda.

Narator:
Sesaat raja dan ratu sedang berbahagia, datanglah penasehat kerajaan.....

Penasehat:
Ampun baginda. Ini dari rakyat, mengirimkan beraneka hadiah untuk putri baginda. Mereka turut bersuka cita dan mengucapkan selamat atas kelahiran putri baginda.

Prabu Suwartalaya:
Terima kasih, Paman

Narator:
Tak hanya keluarga istana yang berbahagia, rakyat  turut berbahagia mendengar kabar tersebut.

Sayangnya, Gilang Rukmini tidak diasuh secara baik oleh Prabu Suwartalaya dan Ratu Purbamanah. Gilang pun tumbuh menjadi gadis yang manja dengan sifat-sifat yang kurang baik. Dia tak segan berkata kasar untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Walaupun begitu, baik Prabu Suwartalaya, Ratu Purbamanah, dan rakyat sangat mencintainya. 

Hari berlalu, Putri pun tumbuh menjadi gadis remaja tercantik di seluruh negeri. Dalam beberapa hari, Putri akan berusia 17 tahun. Maka para penduduk di negeri itu pergi ke istana. Mereka membawa aneka hadiah yang sangat indah. Prabu mengumpulkan hadiah-hadiah yang sangat banyak itu, lalu menyimpannya dalam ruangan istana. Sewaktu-waktu, ia bisa menggunakannya untuk kepentingan rakyat.

Prabu hanya mengambil sedikit emas dan permata. Ia membawanya ke ahli perhiasan.

Adegan 3

Prabu Suwartalaya:
Pak, tolong buatkan kalung yang sangat indah untuk putriku.

Tukang perhiasan:
Dengan senang hati, Yang Mulia.

Narator:
Ahli perhiasan itu lalu bekerja dengan sebaik mungkin, dengan sepenuh hati. Ia ingin menciptakan kalung yang paling indah di dunia, karena ia sangat menyayangi Putri Raja.

Hari ulang tahun pun tiba. Penduduk negeri berkumpul di alun-alun istana. Ketika Prabu dan Ratu Purbamanah datang, orang menyambutnya dengan gembira. Sambutan hangat makin terdengar, ketika Putri yang cantik jelita muncul di hadapan semua orang. Semua orang mengagumi kecantikannya.

Adegan 4

Rakyat-rakyat :
(teriak dan bertepuk tangan) 
Horeee!! horeeee!! Horeeee!!! Raja dan Ratu telah datang!

Rakyat 1:
Wuaaah cantik sekali ya, putri Prabu Suwartalaya.

Rakyat 2:
Iya. Aku jadi iri melihatnya.

Narator:
Prabu lalu bangkit dari kursinya. Kalung yang indah sudah dipegangnya. Kemudian...

Prabu Suwartalaya:
Putriku tercinta Gilang Rukmini, hari ini hari ulang tahunmu. aku berikan kalung ini untukmu. Kalung ini pemberian orang-orang dari penjuru negeri. Mereka sangat mencintaimu. Mereka mempersembahkan hadiah ini, karena mereka gembira melihatmu tumbuh jadi dewasa. Pakailah kalung ini, Nak.

Narator:
Putri menerima kalung itu. Lalu ia melihat kalung itu sekilas. Kemudian...

Gilang Rukmini:
Aaahh!! Kalung apa ini?! Kalung ini jelek! Aku tak mau memakainya! (kalung dilempar)

Rakyat:
Haaahhhh??? Kalung indah terbuat dari emas permata itu di lempar begitu saja oleh putri. Sungguh ku tak menyangka putri baginda berbuat seperti itu.

Narator:
Kalung yang indah pun rusak. Emas dan permatanya tersebar di lantai. Seluruh rakyat yang hadir terkejut. Tak seorangpun bicara. Suasana hening. Tiba-tiba Ratu Purbamanah  menangis melihat perilaku putrinya. Rakyatnya pun mengikuti menangis melihat Ratu Purbamanah menangis. Akhirnya, semua pun  meneteskan air mata, hingga istana basah oleh air mata mereka.

Ratu Purbamanah:
(menangis)

Narator:
Tiba-tiba muncul mata air dari halaman istana. airnya keluar sangat deras yang makin lama makin banyak.

Rakyat 1:
Haaahh?? Ada air! Air! Air!

Rakyat 2:
Hahhh? tiba-tiba air ini membentuk kolam kecil!

Rakyat 3:
Bukan! Ini banjir! Banjir! Banjiir! Banjiiir! Banjiirr!

Narator:
Setelah kejadian tersebut, rakyat berteriak teriak kebingungan, panik, ketakutan dan......
Tiba-tiba  Istana pun dipenuhi air bagai danau. Lalu danau itu makin besar dan menenggelamkan istana. Kemudian........, terciptalah sebuah danau yang sangat indah.

Nama danau itu kini dikenal orang sebagai Telaga Warna. Warna itu berasal dari bayangan hutan, tanaman, bunga-bunga, dan langit di sekitar telaga. Namun, orang mengatakan, warna-warna itu berasal dari kalung Putri Gilang Rukmini yang tersebar di dasar telaga.

Image result for pidato


Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Puji syukur marilah kita panjatkan ke khadirat illahi rabbi, Allah SWT, karena berkat rahmat dan karuniaNya lah kita bisa hadir di kesempatan yang berbahagia ini. Sholawat serta salam marilah kita haturkan kepada Nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang seperti sekarang ini.
Pada kesempatan kali ini, izinkanlah saya untuk berpidato mengenai “memelihara kelestarian lingkungan.” Seperti yang kita tahu bersama bahwa kesadaran untuk melestarikan alam bumi sukabumi ini telah menurun. Kerusakan alam yang terpusat pada penebangan pohon juga pembuangan limbah secara sembarangan merupakan masalah yang masih belum dapat diselesaikan.
Di daerah sukabumi terdapat (jumlah) pabrik, dimulai dari industry garmen samapi industry sepatu pun ada di sukabumi. Khususnya pemerintah kabupaten yang semakin mudah memberikan izin untuk pembangunan pabrik berskala besar yang mengakibat pencemaran limbah di daerah sekitar pabrik. Apabila kita telaah lebih jauh, izin yang didapatkan dengan yang menguntungkan beberapa pihak saja telah banyak merugikan warga. Disadari atau tidak, lahan terbuka hijau di sukabumi sudah menurun drastic semenjak tahun 2007.
Pabrik memanglah memberikan manfaat sebagai tempat bekerja, tetapi pengolahan limbah yang buruk justru bukan menguntungkan tetapi semakin merugikan. Perusakan alam, penebangan pohon, pembuangan limbah ke sungai telah menimbulkan akibat lain yaitu merebaknya wabah penyakit. Sungai yang digunakan para warga untuk mencuci, mandi, bahkan untuk minum, akan menjadi sumber penyakit bagi mereka.
Apalagi,semakin banyaknya buruh wanita yang bekerja, menyebabkan kurangnya perhatian dari ibu terhadap anaknya sehingga yang terjadi adalah perusakan moral dan kenakalan anak remaja. Menarik bukan? Bagaimana perusakan alam serta isinya dapat memengaruhi seluruh kehidupan manusia.
Banyaknya kendaraan bermotor juga merupakan salah satu factor penyebab pencemaran udara. Semakin banyak gas CO yang dibuang ke atmosfer akan semakin memberikan efek rumah kaca bagi bumi. Panas yang diserap tidak dapat dipantulakan dengan sempurna dan yang terjadi adalah pemanasan global.
Kita sebagai kaula muda seharusnya sadar betapa penting menjaga kelestarian alam apalagi daerah asal kita ini, sukabumi. Apakah kita ingin hidup di tempat yang gersang, kering, dan menebarkan banyak wabah penyakit?
Sebagai generasi yang berpendidikan kita seharusnya sudah mulai memikirkan masa depan. Apa yang kita ingin wariskan pada anak cucu kita nanti? Jangan samapi kita membiarkan anak cucu kita harus bertanggungjawab atas perbuatan kita yang merusak alam. Mungkin sekarang kalian belum merasakan betapa buruknya dampak perusakan lingkungan. Tetapi nanti, perbuatan perusakan ini akan menimbulkan hal yang berbahaya untuk kelangsungan hidup umat manusia di bumi.
Kita harus memiliki kesadaran untuk melestarikan ingkungan dengan cara :
1. Buanglah sampah pada tempatnya, dengan memisahkan sampah plastic, rumah tangga, dan barang pecah belah agar dapat didaur ulang dengan baik.
2. Menanam pohon dan juga mereboisasi hutan yang gundul, dengan cara ini air hujan dapat diserap dengan baik oleh tanah sehingga meminimalisir kemungkinan terjadinya bencana alam seperti tanah longsor dan juga banjir.
3. Membiasakan berjalan kaki, bersepeda, juga tidak menaiki kendaraan pribadi untuk menghemat penggunaan bahan bakar dan mengurangi pengualan emisi zat yang berbahaya ke atmosfer.
4. Tidak mempermudah izin pembangunan pabrik yang mengeluarkan berbagai zat limbah. Juga membuat teknologi penglahan limbah dengan baik.
5. Membersihkan daerah aliran sungai dari sampah-sampah yang dapat menimbulkan macetnya aliran air.
Jika kita dapat melakukannya dengan baik, bukanlah tidak mungkin untuk kembali merasakan sukabumi yang hijau dengan udara yang segar tanpa polusi udara.
Bencana alam yang dapat diminimalisir pun dapat memberikan rasa aman kepada para warga sehingga tidak akan da yang dirugikan. Karena melestarikan alam bukanlah kewajiban pemerintah, bukanlah kewajiban orang lain, tetapi merupakan kewajiban diri kita sendiri.
Sekian pidato yang dapat saya sampaikan, saya harap pidato ini dapat menyadarkan kita bahwa penting sekali untuk melestarikan lingkungan ala mini. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

By: Isti
Kumpulan Soal Conditional Sentence Part II Beserta Kunci Jawaban


1. My younger brother thinks that everybody can become a teacher. He often asks himself . “What …. if I were a teacher?
A. do I do
B. will I do
C. would I do
D. am I doing
E. am I going to do

2. Had I realized that Tony was a bad driver. I …. my car.
A. would not lend him
B. did not lend him
C. will not lend him
D. would not have  lent him
E. had not had

3. If she works harder, she ….. her paper in time.
A. will finish
B. would finish
C. has finished
D. will be finishing
E. will have finished

4. If my car were in the better condition, I would make a long trip now.
It may be concluded that I ….
A. have to stay at home
B. are enjoying the trip
C. prefer staying at home
D. enjoyed the trip
E. stayed at home

5. If there had been  traffic lights at this intersection, there would not have been so many accident. we may conclude that
A. Drivers were always careful at this intersection
B. despite the traffic lights accident happen
C. traffic lights often doesn’t work
D. We didn’t find traffic light at this intersection
E. There are many traffic accident

6.If his mother had not been ill, Tony would have joined the study tour to Jakarta.
We conclude that Tony …..
A. has just come back from the study tour
B. went to Jakarta for Study tour
C. left his sick mother at home
D. refused to join the study tour to Jakarta
E. went to jakarta after her mother had recovered

7.        If you hungry, you … take something to eat.
a.    Were                            c.   are
b.    Was                             d.   can

8.        If Septia … after the barbeque, Tiwi will let the guests in.
a.       Will have                    c.   will play
b.      Had play                    d.   can playing

9.        If you had spoken English, she … understood.
a.       Can                             c.   was
b.      Would have               d.  could


10.  We … swum in the sea if there had not been so many sharks there.
a.       Can                             c.   was
b.      Would have               d.  could

11.  If she had taken the bus, she would not have arrived on time.
a.                Can                              c.   was
b.                Would                         d.  could

12. If he ……..… well, he would win the game
A. play                  C. playing
B. played             D. Plays

13. If you had been sick, you ……..… some
medicine
A. would have taken      C. Would had take
B. could have taken        D. Could had taken

14. You ……..… if you walk in the rain (sick)
A. will sicks        C. Would sick
B. will sick           D. Could sicks

15. If we don’t try to save the Borobudur temple,
we ……..…
A. will losed                     C. Could lose it
B. would lose it                D. Will lose it


Author & Editor

Author & Editor
Satrio Muhammad